Senin, 16 Mei 2011

[repost] Sudah pecah....

Hatinya sudah pernah pecah.. Dia akhirnya bercerita. Entah kenapa dia mengibaratkan hatinya seperti mug kopi, di suatu waktu mug kopinya pecah. Berkeping-keping... ato tepatnya dia bilang hancur lebur.. AKu ga inget kata-katanya dengan tepat. Karena yang kurasakan itu tertegun. Setelah lama tidak tahu apa-apa, akhirnya disodori satu kenyataan penting tentang mug kopi. (Padahal dia bukan kopiholik).




*ada sambungannya.. nanti kalo ada ide lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar