Hatinya sudah pernah pecah.. Dia akhirnya bercerita. Entah kenapa dia mengibaratkan hatinya seperti mug kopi, di suatu waktu mug kopinya pecah. Berkeping-keping... ato tepatnya dia bilang hancur lebur.. AKu ga inget kata-katanya dengan tepat. Karena yang kurasakan itu tertegun. Setelah lama tidak tahu apa-apa, akhirnya disodori satu kenyataan penting tentang mug kopi. (Padahal dia bukan kopiholik).
*ada sambungannya.. nanti kalo ada ide lagi.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar